Detrended Price Oscillator¶
Definisi ¶
Detrended Price Oscillator (DPO) adalah alat analisis teknis yang digunakan untuk menghilangkan tren jangka panjang dari data harga suatu aset, memungkinkan trader fokus pada siklus harga jangka pendek. DPO membandingkan harga aset dengan moving average, menyoroti penyimpangan dari rata-rata ini, yang membantu trader mengidentifikasi kondisi overbought dan oversold.
Sejarah ¶
Detrended Price Oscillator dikembangkan oleh John Ehlers dan diperkenalkan dalam bukunya "Rocket Science for Traders" pada tahun 2001. Ehlers menciptakan DPO untuk membantu trader menghilangkan tren jangka panjang dan fokus pada siklus harga jangka pendek. Dikenal karena kontribusinya dalam analisis teknis, Ehlers juga mengembangkan alat lain seperti Cyber Cycle dan Fisher Transform untuk membantu dalam strategi trading canggih.
Perhitungan ¶
DPO dihitung dengan mengurangkan moving average dari harga dan menggesernya kembali dengan jumlah periode tertentu.
\[ DPO = { Price_i - MA_{i - ( { n \over 2 } + 1 ) } } \]
\(Price_i\) – harga sumber pada periode \(i\)
\( MA_i = Moving\ Average\ (Price_i, n) \) – moving average dari harga sumber selama jumlah periode yang ditentukan \(n\)
\(MA_{i - ( {n \over 2} + 1 ) }\) – nilai moving average yang tertinggal \( ( { n \over 2 } + 1 ) \) periode
\(n\) – jumlah periode untuk moving average
Interpretasi ¶
Simple Moving Average (SMA) berfungsi sebagai jenis moving average secara default. Periode 21 dan harga penutupan digunakan secara default untuk menghitung nilai SMA.
Detrended Price Oscillator membantu trader mengidentifikasi kondisi overbought dan oversold dengan fokus pada siklus harga jangka pendek. Interpretasi berikut dari indikator ini umumnya berlaku:
-
Persilangan garis nol – ketika DPO melintas di atas garis nol, ini menyarankan bahwa harga berada di atas moving average-nya, menunjukkan kondisi overbought potensial. Ketika DPO melintas di bawah garis nol, ini menyarankan bahwa harga berada di bawah moving average-nya, menunjukkan kondisi oversold potensial.
-
Level overbought dan oversold – nilai positif ekstrem menunjukkan kondisi overbought, menyarankan potensi penarikan harga. Nilai negatif ekstrem menunjukkan kondisi oversold, menyarankan potensi kenaikan harga.
-
Divergensi – divergensi bullish terjadi ketika harga membuat lower low sementara DPO membuat higher low, menunjukkan tekanan jual yang melemah. Divergensi bearish terjadi ketika harga membuat higher high sementara DPO membuat lower high, menandakan tekanan beli yang melemah.
Penerapan ¶
Detrended Price Oscillator dapat diterapkan dalam beberapa strategi trading.
-
Mengidentifikasi kondisi overbought dan oversold – ketika DPO mencapai level positif ekstrem, trader dapat mempertimbangkan untuk menjual, karena harga mungkin overbought. Ketika DPO mencapai level negatif ekstrem, trader dapat mempertimbangkan untuk membeli, karena harga mungkin oversold.
-
Persilangan garis nol – crossover di atas nol menyarankan momentum bullish, sementara crossover di bawah nol menyarankan momentum bearish.
-
Penempatan stop-loss – trader sering menempatkan stop loss di dekat level ekstrem DPO. Sebagai contoh, Stop Loss untuk posisi jual dapat ditempatkan pada level overbought, sedangkan untuk posisi beli, mereka dapat ditempatkan pada level oversold.
Catatan
Anda dapat memanfaatkan trading algo, dengan cBot mengeksekusi trading berdasarkan sinyal dari indikator ini, seperti yang ditunjukkan dalam contoh kami. Pelajari lebih lanjut tentang cara menggunakan indikator dalam cBot.
Batasan ¶
Detrended Price Oscillator berfokus pada pergerakan harga jangka pendek, yang membuatnya kurang efektif untuk mendeteksi tren jangka panjang. DPO dapat menghasilkan sinyal palsu selama periode volatilitas tinggi atau perubahan harga mendadak, terutama ketika pasar sedang tren kuat.
Ringkasan ¶
Detrended Price Oscillator, dikembangkan sebagai bagian dari inovasi oleh John Ehlers dalam bukunya "Rocket Science for Traders" (2001), membantu trader mengisolasi siklus harga jangka pendek dengan menghilangkan pengaruh tren jangka panjang. Indikator ini menyoroti kondisi overbought dan oversold dengan membandingkan harga aset terhadap moving average, menyoroti penyimpangan dari rata-rata ini, menjadikannya alat yang berguna untuk strategi trading jangka pendek.