Triple Exponential Average¶
Definisi ¶
Indikator Triple Exponential Average (TRIX) adalah osilator momentum yang menampilkan tingkat perubahan dari Exponential Moving Average (EMA) yang diperhalus tiga kali dari serangkaian harga atau data tertentu. Tujuan TRIX adalah untuk menyaring pergerakan harga yang dianggap tidak signifikan atau tidak teratur dengan memperhalus data beberapa kali, yang membantu trader mengidentifikasi tren jangka panjang dan titik pembalikan potensial. Indikator ini biasanya digunakan untuk mendeteksi kondisi pasar bullish atau bearish berdasarkan kemiringan dan perpotongan garis TRIX, memberikan sinyal untuk titik masuk dan keluar potensial dalam trading.
Sejarah ¶
Indikator TRIX dikembangkan oleh Jack Hutson pada tahun 1980-an sebagai alat untuk analisis teknikal, bertujuan untuk mengidentifikasi tren dengan memperhalus data harga beberapa kali. Seiring berjalannya waktu, TRIX telah mendapatkan popularitas di kalangan trader karena efektivitasnya dalam mendeteksi titik pembalikan potensial.
Perhitungan ¶
Nilai TRIX dihitung menggunakan langkah-langkah berikut:
1. EMA Perhalus Tunggal
\[ EMA_1 = { EMA\ (Close, Periods) } \]
2. EMA Perhalus Ganda
\[ EMA_2 = { EMA\ (EMA_1, Periods) } \]
3. EMA Perhalus Triple
\[ EMA_3 = { EMA\ (EMA_2, Periods) } \]
4. EMA Perhalus Triple
\[ TRIX = { { {EMA_3\ (current) - EMA_3\ (previous)} \over {EMA_3\ (previous)} } \times 100 } \]
\(Close\) – harga penutupan selama periode yang ditentukan"
\(Periods\) – jumlah periode untuk perhitungan EMA
\(EMA\) \((current)\) – nilai EMA untuk periode saat ini
\(EMA\) \((previous)\) – nilai EMA dari periode sebelumnya
Interpretasi ¶
Nilai TRIX dihitung menggunakan lookback 8 periode secara default, tetapi periode lain dapat disesuaikan berdasarkan strategi.
Pola utama perilaku indikator dapat diinterpretasikan sebagai berikut:
-
Persilangan garis nol – perpotongan di atas garis nol menandakan sinyal bullish, menunjukkan bahwa momentum bergeser ke atas. Sebaliknya, perpotongan di bawah garis nol menandakan tren bearish, menunjukkan potensi momentum menurun.
-
Persilangan – ketika garis TRIX memotong di atas garis sinyalnya (sering kali versi yang diperhalus dari TRIX), ini mungkin menandakan sinyal beli. Perpotongan di bawah garis sinyal menunjukkan sinyal jual.
-
Naik dan turun – garis TRIX yang naik menunjukkan momentum bullish yang meningkat, sementara garis yang turun menandakan momentum bearish yang meningkat. Kemiringan TRIX dapat memberikan wawasan tentang kekuatan tren.
-
Divergensi – divergensi bullish terjadi ketika harga membuat level rendah yang lebih rendah sementara TRIX membuat level rendah yang lebih tinggi, menunjukkan potensi pembalikan ke atas. Divergensi bearish terjadi ketika harga membuat level tinggi yang lebih tinggi sementara TRIX membuat level tinggi yang lebih rendah, menandakan potensi pembalikan ke bawah.
-
Titik pembalikan – trader sering mencari titik balik TRIX di dekat nol atau ketika divergen dari pergerakan harga sebagai sinyal potensial untuk pembalikan pasar.
Penerapan ¶
-
Sinyal beli – ketika garis TRIX memotong di atas garis nol atau garis sinyalnya, menandakan pergeseran momentum ke arah kondisi bullish, ini mungkin waktu yang tepat untuk membuka posisi Long.
-
Sinyal jual – ketika garis TRIX memotong di bawah garis nol atau garis sinyalnya, menandakan pergeseran momentum ke arah kondisi bearish, ini mungkin waktu yang tepat untuk membuka posisi Short.
-
Penempatan Stop Loss – trader sering menempatkan order Stop Loss di bawah swing low terbaru saat membuka posisi beli, atau di atas swing high terbaru saat membuka posisi jual.
-
Strategi keluar – strategi keluar dapat melibatkan penutupan posisi ketika garis TRIX kembali memotong di bawah garis sinyal untuk posisi Long atau memotong di atas garis sinyal untuk posisi Short. Selain itu, trader dapat keluar berdasarkan sinyal divergensi atau perubahan signifikan pada kemiringan TRIX.
-
Mengonfirmasi trading – trader dapat menggabungkan TRIX dengan Moving Average, seperti Moving Average Convergence Divergence (MACD), untuk memvalidasi tren dan pembalikan. Misalnya, mengonfirmasi sinyal beli dari TRIX dengan sinyal bullish dari indikator lain dapat meningkatkan keyakinan dalam keputusan trading.
Catatan
Anda dapat memanfaatkan trading algo, dengan cBot yang mengeksekusi trading berdasarkan sinyal dari indikator ini, seperti yang ditunjukkan dalam contoh kami. Pelajari lebih lanjut tentang cara menggunakan indikator dalam cBot.
Batasan ¶
Ketergantungan TRIX pada data historis dapat menyebabkan sinyal tertinggal, berpotensi menyebabkan entry atau exit yang terlambat. Indikator ini juga dapat menghasilkan sinyal palsu selama pasar sideways atau choppy, yang menyebabkan whipsaw. Selain itu, TRIX dapat kurang efektif dalam kondisi volatilitas tinggi, di mana pergerakan harga mungkin tidak berkorelasi dengan rata-rata yang diperhalus yang digunakan dalam perhitungannya.
Ringkasan ¶
Triple Exponential Average adalah indikator momentum oscillator yang dirancang untuk mengidentifikasi tren dan titik pembalikan potensial dengan menganalisis tingkat perubahan dari exponential moving average yang diperhalus tiga kali. Indikator ini memberikan sinyal beli dan jual melalui perpotongan garis nol dan garis sinyal, membuatnya berharga bagi trader yang ingin mengukur momentum pasar. Kemampuannya untuk menyaring noise melalui beberapa teknik penghalusan membantu meningkatkan identifikasi tren, menjadikannya pilihan populer di kalangan analis teknikal.