Negative Volume Index¶
Definisi ¶
Negative Volume Index (NVI) adalah indikator analisis teknikal yang mengukur tren harga berdasarkan perubahan volume perdagangan. Indikator ini sering digunakan bersama dengan Positive Volume Index (PVI) untuk mengidentifikasi pasar bullish. Indikator ini berfokus secara khusus pada hari-hari ketika volume menurun, dengan asumsi bahwa investor yang terinformasi lebih cenderung melakukan trading selama periode ini. Indikator ini membantu mengidentifikasi tren pasar jangka panjang dan potensi pembalikan.
Sejarah ¶
Indikator NVI pertama kali dikembangkan oleh Paul L. Dysart pada tahun 1930-an, berfokus pada hubungan antara pergerakan harga dan volume trading. Dysart berteori bahwa perubahan harga yang signifikan terjadi pada hari-hari dengan volume trading rendah, menunjukkan adanya trading yang terinformasi. Pada tahun 1965, Norman G. Fosback mempopulerkan NVI, memperluas penerapannya dalam analisis teknikal. Indikator ini sejak saat itu menjadi penting bagi para trader untuk mengidentifikasi tren pasar berdasarkan dinamika volume.
Perhitungan ¶
Untuk memulai, garis dasar NVI ditetapkan pada angka bulat (biasanya 1000, 100 atau 1) pada tanggal awal.
Jika volume meningkat pada periode berikutnya, NVI untuk periode tersebut akan tetap sama dengan periode sebelumnya. Sebaliknya, jika volume menurun selama periode tertentu, NVI dihitung menggunakan rumus berikut:
\[ NVI_t = NVI_{t-1} + { { {P_t - P_{t-1} } \over P_{t-1} } \times NVI_{t-1} } \]
\(NVI_t\) – Negative Volume Index untuk periode saat ini
\(NVI_{t-1}\) – Negative Volume Index untuk periode sebelumnya
\(P_t\) – harga penutupan untuk periode saat ini
\(P_{t-1}\) – harga penutupan untuk periode sebelumnya
Interpretasi ¶
Dalam kasus kita, nilai awal default indikator NVI ditetapkan pada 1.
Pola utama perilaku indikator dapat diinterpretasikan sebagai berikut:
-
Perpotongan garis dasar – ketika NVI berada di atas garis dasar, ini menunjukkan bahwa harga berkinerja baik selama periode penurunan volume, yang mungkin mengindikasikan tren positif. NVI yang lebih tinggi umumnya menunjukkan sentimen pasar yang bullish dan kekuatan jangka panjang. Ketika NVI berada di bawah garis dasar, ini dapat mengindikasikan kelemahan di pasar. Kinerja harga selama periode penurunan volume buruk, yang mungkin menunjukkan sentimen bearish.
-
Persilangan – ketika NVI berpotongan di atas moving average, seperti Simple Moving Average (SMA) 255 hari, ini menandakan kekuatan di pasar dan bisa mengindikasikan awal dari tren bullish. Perpotongan di bawah SMA menunjukkan kelemahan dan potensi untuk tren bearish.
-
Divergensi – jika harga turun sementara NVI naik, ini bisa mengindikasikan kekuatan tersembunyi di pasar, dan pembalikan ke atas mungkin akan terjadi. Jika harga naik sementara NVI turun, ini menunjukkan kelemahan yang mendasar, dan tren mungkin akan berbalik ke bawah.
-
Titik pembalikan – pergerakan signifikan pada NVI, terutama ketika dipasangkan dengan indikator lain atau lonjakan volume, mungkin menandakan bahwa tren saat ini (baik bullish atau bearish) akan segera berbalik.
-
Pergeseran – dengan menyesuaikan parameter pergeseran untuk mengubah penyelarasan indikator NVI dengan data harga pada grafik, Anda dapat mengeksplorasi bagaimana pembacaan NVI berkorespondensi dengan pergerakan harga masa lalu atau masa depan.
Penerapan ¶
-
Sinyal beli – trader dapat mencari peluang membeli ketika NVI berpotongan di atas moving average, menunjukkan momentum bullish selama periode volume rendah. Divergensi bullish antara NVI yang naik dan harga yang turun juga dapat menjadi sinyal beli.
-
Sinyal jual – trader dapat mencari peluang menjual ketika NVI berpotongan di bawah moving average atau selama divergensi bearish antara NVI yang turun dan harga yang naik, menunjukkan kelemahan.
-
Penempatan stop-loss – stop loss untuk posisi beli dapat ditetapkan tepat di bawah level support kunci, level terendah baru-baru ini atau di mana NVI berpotongan di atas moving average. Untuk posisi jual, stop loss ditempatkan di atas level resistensi atau tepat di atas tempat NVI berpotongan di bawah moving average.
-
Strategi keluar – untuk posisi long, pertimbangkan untuk keluar ketika NVI mulai mendatar atau turun setelah periode kenaikan, terutama jika turun di bawah moving average atau jika ada divergensi bearish. Untuk posisi short, keluar mungkin tepat ketika NVI mulai naik atau berpotongan kembali di atas moving average, menandakan potensi pembalikan tren bearish.
-
Mengkonfirmasi trading – pertimbangkan untuk menggabungkan NVI dengan PVI untuk memperkuat sinyal trading selama pergerakan yang saling melengkapi. Menggunakan moving average (SMA atau EMA) juga dapat mengkonfirmasi sinyal, terutama ketika baik NVI maupun harga berada di atas atau di bawah moving average.
Catatan
Anda dapat memanfaatkan trading algo, dengan cBot mengeksekusi trading berdasarkan sinyal dari indikator ini, seperti yang ditunjukkan dalam contoh kami. Pelajari lebih lanjut tentang cara menggunakan indikator dalam cBot.
Batasan ¶
Ketergantungan pada data volume berarti indikator ini mungkin tidak selalu mencerminkan sentimen pasar yang sebenarnya, yang dapat menyebabkan kesalahan interpretasi. Selain itu, NVI dapat tertinggal dalam memberi sinyal tren, memberikan respons yang tertunda terhadap pergerakan pasar. Indikator ini juga dapat menghasilkan sinyal palsu selama periode volume rendah, membatasi efektivitasnya di pasar yang bergejolak atau berubah dengan cepat.
Ringkasan ¶
Indikator Negative Volume Index melacak perubahan harga pada hari-hari dengan volume rendah, berdasarkan ide bahwa trader yang terinformasi bertindak selama periode ini. Jika volume menurun, NVI disesuaikan menggunakan persentase perubahan harga; jika volume meningkat, NVI tetap tidak berubah. NVI membantu mengidentifikasi tren jangka panjang, dengan NVI yang meningkat menunjukkan kondisi bullish. Indikator ini sering digunakan bersama indikator lain, seperti PVI, untuk mengkonfirmasi tren atau pembalikan di pasar.